Make your own free website on Tripod.com

                                         CERITA  10

 

Syaikh Al Asma’i  radhiallahu anhu bercerita :

 

Pada suatu musim haji, saya menuju ke kota Makkah untuk berhaji, kemudian saya bercadang untuk datang ke Madinah kerana hendak menzairahi Rasullah s.a.w. di makamnya.  Malangnya ditengah perjalanan , saya dihadang oleh seorang Arab badwi, ditanganya ada sebilah pedang besar, yang digenggamnya , dan pada bahunya tergantung busur panah serta anak anak panahnya sekali.   Orang badwi itu mendekati ku dan bermaksud untuk merampas segala apa yang saya miliki.   Dengan penuh perasaan takut dan bimbang, saya segera mengucapkan salam  kepadanya, dan hairan pula ia membalas salam ku seraya berkata :

 

Dari mana kah engkau ini ?

Saya dari tempat yang jauh, ingin pergi ke Baitullah serta ziarah kepada Rasullah,  jawab ku.

Mana barang barang mu   tanya badwi itu pula.  Saya adalah seorang fakir dan tidak memiliki harta yang berharga apa pun, jawab ku dengan penuh bimbang.

Apa kah pekerjaan mu ? dia bertanya pula .  Aku adalah guru mengaji Al Quran bagi anak anak dikampung.   Apakah Quran itu ? dia tanya lagi .  Rupanya dia tidak tahu Al Quran.

 

Kau tak tahu Al Quran ? aku bertanya kepadanya.  Jangan tanya aku , jawab soal ku ? dia membentak.  Baiklah ! kata ku.  Al Quran adalah firman Allah s.w.t.

Apakah Allah itu berfirman ?   Benar, Allah s.w.t. berfirman.  Cuba bacakan kepada ku diantara firmanNya !    saya pun membaca ayat berikut :

 

Maksudnya  :  Dan dari langit (turun) rezeki mu dan apa yang dijanjikan  (Az Zariyat: 22)

 

Tampa saya sangka sangka , tiba tiba orang itu membuang pedang dan busur beserta anak anak panahnya.   Dia tampak seperti orang yang ketakutan sekali, lalu berkata:

Oh ,  alangkah celakanya hidup sebagai perompak, merampas hak orang.  Dia telah mengkhianati rezekinya yang telah ditentukan dengan Allah dilangit, sedang ia mencari carinya di bumi, katanya dengan sungguh sungguh .  Saya juga takjub, bagaimana cepatnya dia boleh berubah.

 

Ternyata orang badwi itu sangat menyesal segala perbuatannya yang terdahulu, dan berjanji akan meninggalkan segala perbuatan yang ganas itu, dan bermaksud akan bertaubat dengan sesungguhnya.  Saya pun gembira sekali mendengar penyataan dan janji orang badwi itu.   Ia kembali kepada Islam dengan ketulusan hati, dan meminta agar saya mengajarnya untuk bersalat dan melakukan ibadat ibadat yang lain.  Saya lalu melakukan segala pemintaannya dengan senang hati, sehingga ia menjadi seorang yang cukup kenal akan liku liku agamanya.

 

Pada tahun berikutnya, pada saat saya bertawaf megelilingi Ka’bah, saya lihat seorang lelaki tua yang ketara kesalihannya datang mendekati ku, lalu mengucapkan salam.  Saya membalas salamnya dan cuba mengingat ingati siapa gerangan orangnya.  Ia terus berkata kepada ku :

 

Bukankah tuan ini teman saya pada tahun yang lalu ?   Saya cuba mengingat ingatkan diriku sambil memerhatikan paras wajahnya, sehinggalah saya teringat.  Dialah orang badwi yang saya ajarkan Islam.  Oh , benar.  Saya hampir lupa, dan anda datang lagi tahun ini ? aku bertanya kepadanya pula.  Ia mengiyakannya, lalu berkata :

 

Tuan ! Tolonglah bacakan kepada ku suatu firman Allah yang lain! Pintanya kepada ku pula.

Saya memenuhi pemintaannya dengan membacakan firman Allah yang berbunyi :

 

Maksudnya : Demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya benarlah apa yang engkau katakana!

{Az-Zariyat :23)

 

saya lihat orang badwi itu mendengarnya dengan khusuk, lalu mengangkat kepalanya seraya berkata :     Tuan!  Mengapa Allah sampai bersumpah begitu ? kemudian dia berdoa pula:  Ya Allah ! Ampunilah segala dosa dosa hamba selama ini !

 

selesai dari berdoa, saya lihat dia menangis dengan sangatnya, dan oleh kerana terlalu banyak tangisannya dia jatuh pingsan.  Saya segera menyambutnya dan menidurkannya diatas pangkuan ku.  Tidak lama sesudah itu, ternyata ia telah pulang ke rahmatullah.

 

Saya merasa sangat sedih sekali, lalu menangis.  Kemudian saya teringat didalam hati ku : Alangkah bahgianya orang itu.  Kehidupannya yang begitu panjang berlumuran dengan dosa diakhiri Tuhan dengan kesedaran serta kesalihan.  Dia kembali kepada Allah setelah bertaubat dan memohon keampunan terhadap segala perbuatannya yang telah lalu.

 

Demikianlah Allah memberikan petunjuk kepada hamba yang dikehendakiNya.

 

 

 

       Home Gambar Lagu Ruang Agama Web Pilihan Tentang Saya

 

 

Tiap waktu kita makin dekat……

Usah disiakan detik yg ada….