Make your own free website on Tripod.com

                                       CERITA  6

 

Sebahagian  orang salih pula bercerita :

 

   Saya  mempunyai seorang kawan yang sangat salih, yang takut kepada Allah dengan arti yang sesungguhnya. Ia tampan , berbudi luhur, dan hidup bersama ieterinya dengan penuh keserhanaan, dan kelihatan gayanya amat bahagia dan cukup tenteram.

            

          Ia berkerja membuat kipas dari bulu bulu burung. Saya sering menzairahinya disamping mengharapkan doanya.  Setiap kali saya datang kerumahnya , saya selalu menemui bulu bulu burung yang sangat langka, bertumpuk tumpuk disana sini. Saya sangat hairan, mengapa dia membiarkan barang barangnya tidak teratur.    Maka pada suatu ketika, saya memberanikan diri untuk bertanya :

 

     Wahai saudara ku ! siapakah yang mencari bulu bulu burung yang sangat langka itu, sementara saya tidak pernah melihat anda pergi kemana pun ? .

                           Teman ku itu menjawab dengan tersenyum, katanya :  Allah s.w.a. telah menugaskan seorang MalaikatNya untuk mengirim ku bulu bulu burung ini setiap hari Jumaat, sebagai rezaki bagi ku sekeluarga. Dari bulu bulu inilah aku membuat kipas untuk aku jual kepada siapa yang memerlukannya. Ini belas kasihan Allah kepada ku, dan dari penjualan kipas itu aku membeli semua hajat dan keperlukan ku!.

 

                    Oh , alangkah bahagianya suadara  ini!!  kata ku kepadanya.    Kemudian, pada suatu hari saya mencari saudara ku itu ditempat penjualanya, tetapi tidak menemuinya.   Orang orang di situ mengkhabarkan bahwa teman ku itu tidak datang datang lagi ke pasar sejak beberapa minggu ini. Saya pun segera pergi kerumahnya , lalu mengetuk pintu rumah itu.   Isterinya bertanya… siapa kah yang diluar  ?    saya sahabat dari suami mu, jawab ku.      Saya amat rindu kepada nya dan sudah mencarinya dipasar, namun tak menemuinya.     Adakah ia dirumah??

       

       Ya , ia ada di rumah , jawab sang isteri, akan tetapi ia sibuk beribadat dan berzikir kepada Allah azzawajalla.    Isteri nya membuka pintu dan mempersilakan ku masuk.   Sang isteri pun pergi masuk untuk mendapatkan suaminya, kemudian kembali lagi kepada ku seraya berkata.... Marilah masuk!   Saya pun masuk lah menuju kearah yang khusus dibangunkan untuk ia beribadat disatu, dan kelihatan pada wajahnya nur dan cahaya kebahgiaan.    Apabila ia melihat ku , segera ia bangun dan memeluk ku erat erat, kemudian ia bersalaman pula dangan ku selaku salaman orang yang merindui temanya yang sudah lama tidak dilihatnya.

 

       Kemudian kami pun duduk berbicara lama juga, dan sedang kami rancak beromong omongan, tiba tiba dikeluarkan hidangan makanan serta minuman yang sangat lazat sekali.  Sungguh lazat rasanya, yang selama ini saya belum pernah merasakan makanan atau minuman yang selazat itu, kerana benda benda itu tidak mungkin berasal dari dunia kita ini, kalau tidak tentulah ia berasal dari syurga. Entahlah !

           Wahai saudara ku!! Saya pun memulakan perbicraan kepadanya. Mengapa kau sudah lama tak pergi menjajakan dagangan mu dipasar seperti biuasanya, sudah payahkah sekarang?

       Bukan itu sebabnya, jawabnya pendek.

        Habis apa? Ulang ku bertanya lagi.

       Dia tersenyum lebar , kemudian dia  menjawab ku.

Saya baru saja mengalami suatu peristiwa yang aneh,katanya.

Peristiwa aneh apakah yang kau maksud kan?

Dia lalu bercerita kepada ku peristiwa itu secara terperinci, katanya ::

 

         Suatu hari saya pergi kepasar untuk menjajakan kipas dari bulu bulu burung itu, tetapi tidak satu pun yang laku.    Padahal di hari itu saya tidak memilikki sesuatau apa pun untuk memenuhi keperluan rumahtangga ku.    Saya terus memjajakan kipas itu sampai kesana kemari, namun tidak seorang pun yang mahu membelinya.    Dan saya pun meneriakkan dagangan itu kesebuah kampong tempat tinggal orang orang kaya.    Tiba tiba kedengaran ada suara yang memanggil ku.

 

       Saya mencari cari sumber suara itu serta mendongak ke atas. Oh, rupa rupanya diatas gedung yang tinggi itu saya lihat seorang wanita duduk sambil memandang kepada ku.   Wanita itu menyuruh pelayannya untuk membawa ku keruangan atas dengan alasan ingin melihat kipas kipas dagangan itu.    Saya pun ikut si pelayan itu mendaki beberapa tingkatan hingga sampailah saya diruang yang paling atas sekali. Kemudian saya pun dibawa masuk kesuatu ruangan.   Oh, alangkah indahnya ruangan itu! Ia dilengkapi perabut yang indah dan sangat menakjubkan.   Lantainya dilapisi oleh kain tebal yang empuk, bau ruangan tersebut sangat harum sekali. Dan ditengah ruangan itu terdapat tempat tidur berukir indah, dihias dengan permata, dan diberi pula kelambu indah berbunga dari emas dan perak. Saya sangat terharu dari segala apa yang saya lihat disitu.    Wah, alangkah indahnya !!

 

 

 

       Tiba tiba pandangan ku telah disergahi oleh seorang wanita  yang sangat cantik parasnya , indah rupanya, saolah olah dia itulah seorang hurul-ein, atau wanita bidadari yang bersalut seluruh tubuhnya dengan segala macam perhiasan indah yang tidak terhingga banyaknya , sampai saya sendiri tidak mampu mensifatkannya.

 

    Wanita itu datang menghampiri ku seraya merenungi ku dengan mata yang tidak berkedipan. Badan ku gementar rasanya , lalu saya pun memejamkan mata.

 

    Selamat datang, wahai tamu ku ! katanya.  Aku akan menjamu anda selama tiga hari tiga malam diruangan ini.   Aku akan memberikan kepuasan kepada anda dengan berbagai bagai macam kenikmatan yang tidak akan anda lupakan sepanjang usia anda, katanya  seterusnya.    Saya terkejut mendengar bicaranya cukup indah indah itu, tetapi saya masih belum faham apa maksudnya, maka saya pun bertanya.

 

   Apa maksud anda ?   Aku akan memberi anda kenikmatan syurga, dan aku jamin dan pasti anda akan merasa puas menerimanya , berkata wanita itu lagi.    Saya merasa takut sekali, dijauhkan Allah aku tersungkur ke dalam maksiat yang terkutuk itu, maka saya terus berusaha untuk menghindarkanya dengan berbagai alasan, namun ia terus memaksa dan berkata tegas supaya saya mahu menuruti kehendak hatinya.    Anda mesti menerima jamuan ku ini, dan tak bolih buat alasan apa pun., dia memaksa ku menerima pelawaanya.

 

         Saya tidak dapat mengelak diri lagi, dan akhirnya saya bersetuju.   Baiklah jika itu yang anda inginkan, izinkan saya terlebih dulu naik keatas gedung ini, kemudian nanti saya akan kembali sini lagi.    Anda mau ketandas untuk menunaikan hajat mu            ?      Tanya nya pula.   Biarlah saya sendiri yang membantu mu !

Tidak , jawab ku tegas .  Saya Cuma hendak naik keatas saja.  Tidak boleh kerna semua pintu pintu gedung ini telah terkunci rapat, dan anda sama sekali tidak dapat melarikan diri lagi, tegasnya.   Setelah saya memujuknya beberapa kali , dan berjanji akan kembali semula kepadanya , barulah dia membenarkan ku naik keatas menerusi sebuah pintu yang dibukakan, lalu dia pun menyuruh ku naik segera, dan kembali segera.

 

           Naiklah sekarang , dan jangan lama lama.   Saya menunggu di bawah, katanya.   Saya cepat cepat naik keatas, lalu saya melihat kebawah  kearah bumi, saya dapati nya terlalu jauh, kecut segala isi perut ku.   Kemudian saya menengadah kearah langit , sambil merayu dan berdoa kepada Allah azzawajalla….Ya Allah ! Engkau amat mengetahui tentang urusan ku.   Mati adalah lebih baik bagi ku dari pada aku memberanikan diri untuk membuat maksiat yang terkutuk terhadap Mu.

 

Saya fakir sejenak apa yang harus saya laku kan sekarang .   Rupa rupanya tercetus dalam hati ku suatu keputusan, bahwa lebih baik saya melontarkan  diri ku dari atas gedung itu saja.   Saya pun menerjunkan diri ku dari atas gedung itu, maka dengan tidak disangka sangka ada suatu lenbaga yang datang untuk menyambut ku, yang tentu sekali tiada lain melainkan malaikat yang dikirim Allah untuk menyelamatkan ku.   Saya tersandung diatas sayapnya, dan sebentar saja  saya mendapati diri ku berada di pintu rumah ku.    Saya memanjatkan puji dan syukur  yang tidak terhingga kepada Allah s.w.t. atas pertolonggan Nya kepada ku serta menyelamatkan ku dari maksiat yang terkutuk itu.

 

           Saya pun menceritakan hal tersebut kepada isteri ku, dia sangat bersyukur kepada Allah.   Dan dari saat itu , saya  berjanji tidak akan pergi kepasar lagi untuk selama lamanya.             

 

    Oh,  alangkah bahagianya saudara ku ini !!  aku menyatakan hati ku yang gembira kepadanya.    Memang tepat firman Allah s.w.t. yang berbunyi:::

 

  Barang siapa benar benar takut kepada Allah , maka akan dibukakan jalan kemudahan kepadanya, dan Allah akan memberinya rezeki dari jalan yang tak terkirakan… 

 

Teman ku ini benar benar menepati janjinya hingga ia kembali kepada Tuhannya dengan penuh ketenangan dan keiklasan.

 

       Ya Allah , jadikanlah kami ini sebagaimana Engkau menjadikan mereka itu…..Aminn !!

 

 

                

       cerita 7